Catatan Harian Si Bos: Menyiapkan Bibit Unggul

“Jadi cerita seperti apa yg ingin kau dengar dariku Jon?” Suara itu membuyarkan lamunanku.
“Eh, ini ko, aku dapat tugas dari sekolah untuk menulis lika-liku kehidupan seorang pebisnis. Tau nih, ngerepoti aja pak guru sialan itu.”, sahutku dengan sedikit dongkol. Yah, aku kesal dengan tugas aneh yg diberikan guru ekonomiku, dia minta kami mewawancarai seorang pebisnis lalu menulis buku tentang kewirausahaan.
Ko Tio tertawa kecil melihatku dongkol. “Memangnya guru ekonomimu siapa Jon? Pak Anto?”, sahutnya.
“Ya siapa lagi ko kalau bukan si tua belagu itu?!”, sahutku dengan kesal, “guru ekonomi kelas lain gak ada yg ngasih tugas bikin makalah gitu. Yg lain paling cuma ngerangkum buku. Gampang itu. Lha kelasku, apes, kena si belagu….”
“Sudah-sudah, jangan memakinya lagi.”, potong ko Tio. “Nih minum”, sahutnya sambil memberikan secangkir teh hangat.
“Hmm.. apa cita-cita mu Jon?” Tanya ko Tio tiba-tiba.
Aku terdiam. Pikiranku lari ke mana-mana. Waktu kecil aku ingin jadi polisi karena polisi itu keren bisa menangkap penjahat, bawa pistol, dsb. Tapi setelah aku dengar ada polisi yg tewas tertembak saat mengejar penjahat, aku mulai mengubah cita-citaku. Rasanya lebih baik jadi jaksa saja, dengan begitu aku bisa menegakkan hukum tanpa perlu tembak-tembakan. Namun semenjak masuk bangku SMU, dan melihat teman-temanku yg bawa mobil ayahnya, aku jadi ingin seperti ayah mereka, jadi pengusaha yg kaya raya.
“Aku mau jadi pengusaha ko”, jawabku dengan suara kecil. Yah aku memang tak terlalu yakin dengan ini.
“Hmmm.. seperti papa mu?”, tanya ko Tio sambil mendorong sekaleng kue ke hadapanku.
“Nooo!!”, seruku.
Ko Tio kaget, mengernyitkan dahinya,”kalo gak mau kue gk usa teriak gitu lah, bikin kaget saja”.
“Eh, sorry ko, sorry banget, bukan maksudku gitu. Aku cuma emosi kalau ada yg ngungkit soal usaha papa.”
Ko Tio hanya diam.
“Aku gak mau kayak dia. Buka toko, tiap hari di toko. Tiap menit yg dipikiri cuma toko, toko, dan toko. Aku maunya jadi pengusaha yg kaya, punya uang banyak, hidup santai. Bisa liburan ke luar negeri. Yah, gitulah..”
Lagi-lagi ko Tio hanya terdiam. Aku pun memilih untuk diam dan memandanginya, menunggunya untuk berkata sesuatu sambil mengunyah kue kering.
Ntah berapa lama kami saling diam, mungkin sekitar semenit, sebelum akhirnya dia berkata “tunggu di sini sebentar.” Aku pun mematuhinya.
Aku masih asyik dengan kue kering dan teh di hadapanku ketika ko Tio kembali sambil membawa 2 buah gelas dan sebuah teko air.
“Ko, teh nya masih ada,” celetukku.
“Tenang, ini bukan untuk diminum, kita akan main sebentar,” sahutnya sambil tersenyum kecil, “coba kau perhatikan baik-baik kedua gelas ini.”
Kuperhatikan baik-baik kedua gelas itu. Keduanya nampak sama persis, hanya saja salah satu gelas berisi 1/2, yg satunya kosong sama sekali.
“Menurutmu, di antara kedua gelas ini yg mana yg bisa diisi lebih banyak air sirop?” Tanyanya seraya mengangkat teko yg rupanya berisi air sirop merah dan mulai menuangnya perlahan pada kedua gelas itu bergantian.
Aku tertawa. “Jangan bercanda ko, sudah jelas lah, yg kosong pasti muat lebih banyak. Anak kecil juga tau itu,” sahutku.
“Betul sekali, semua orang tahu itu, tapi tak semua orang sungguh-sungguh memahaminya.”
Aku langsung mengernyitkan dahi, mencoba menebak maksudnya.
“Saat ini dalam benakmu penuh berisi hukum-hukum ekonomi, pengetahuan tentang uang, bisnis, usaha, kekayaan, dsb. Betul atau betul?”
Aku menganggukkan kepala perlahan.
“Takkan banyak hal yg bisa kau pahami saat ini. Apapun yg akan kuceritakan padamu, kau hanya akan mendengarnya seolah mendengar mitos atau cerita dongeng. Percuma.. saranku.. kau pulanglah dulu dan kosongkan pemikiranmu itu. Kembalilah lagi setelah itu..”
Aku benar-benar melongo dibuatnya. “Eh, ko, ini aku harus nulis buat tugas makalah..”
“Kapan deadline pengumpulannya?” Tanya ko Tio memotong kalimatku.
“Awal bulan depan sih.”jawabku dengan enggan.
“Gini Jon, menurutku jauh lebih penting membantumu mencapai cita-citamu itu daripada sekedar menyelesaikan makalah, tapi tenang aja makalahnya juga pasti selesai kok. Setuju?”
“Serius?! Ko Tio mau mengajariku untuk jadi pengusaha sukses seperti koko?” Tanyaku dengan terkejut sekaligus gembira.
“Asal kau mau sungguh-sungguh belajar dan menuruti kata-kataku”, sahutnya sambil tersenyum dan menepuk bahuku.
“Deal!!” Sahutku senang.
“Good, pulanglah sekarang.. dan jangan lupa kerjakan tugas pertama dariku tadi. Forget those things.”
“Oke, besok siang aku ke sini lagi deh. See yaaa!”sahutku sambil berlari pulang dengan gembira.

Iklan

Instalasi Linux Kali 1.0.6

Sebenarnya pada website official KALI (www.kali.org) sudah terdapat cara instalasinya yg cukup lengkap dengan disertai gambar-gambar. Namun saya pribadi mengalami sejumlah masalah saat mencoba melakukan instalasi Kali pada eksternal harddisk. Dan setelah melewati perjuangan yg memakan waktu hampir 12jam, akhirnya saat ini Kali sudah berhasil terinstal di hdd tersebut. Artikel ini saya tuliskan dengan harapan dapat membantu rekan-rekan yg mungkin menghadapi kasus serupa.

Berikut adalah spec yg saya gunakan:

–          PC dengan proc Intel I5 dan memory 4GB

–          Hdd eksternal 2TB (terdapat 3 partisi dengan format NTFS dan 1 partisi ext4 sebesar 45GB bekas Backtrack5 lengkap dengan SWAP location)

Kondisi instalasi yg saya harapkan:  full-instalation (bukan live linux) tanpa mengganggu 3 buah partisi NTFS tersebut karena pada ketiganya terdapat data backup yg relatif penting.

Seperti biasa yg saya lakukan setelah men-download file image Kali dan verifikasi SHA-1 adalah melakukan booting image Kali pada VMWARE. Saya biasa melakukan ini saat instalasi Backtrack dahulu dan selalu sukses tanpa ada masalah berarti. Namun ternyata kondisi saat ini sangat berbeda, instalasi gagal setelah berjalan sekitar 12%. Saya sudah mencoba mangulanginya sampai 3x dan ternyata tetap stuck di kisaran segitu. Tidak puas dengan error tersebut, saya berpikir ‘ah mungkin ada masalah dengan VMWAREnya, coba saja di-booting dari dvd’. Alhasil saya pun segera mem-burn image tersebut ke DVD. Sekali lagi saya mencoba melakukan instalasi, kali ini lebih mengenaskan, karena ternyata Kali dalam DVD tersebut kesulitan mendeteksi hardware saya. Setelah mencoba berbagai trik dan teknik, ditambah browsing sana sini (padahal dokumentasi Kali masih relatif sedikit sehingga saya mencoba mencari juga dokumentasi dari Debian), akhirnya saya menemukan cara menginstall-nya.

Langsung saja, berikut adalah step-step menginstall Kali (lakukan jika Anda tidak berhasil melakukan dengan cara yg dipaparkan pada official websitenya):

  1. Masukkan DVD live Kali, booting dengan DVD tersebut
  2. Pada menu depan Kali, pilih saja untuk booting ke dalam Live Linux-nya (pilihan pertama), jangan tekan ‘install’ ataupun ‘graphical install’
  3. Setelah masuk ke desktop Kali, hubungkan hdd eksternal atau apapun yg ingin diinstal dengan OS tersebut (NB: bahkan USB flashdisk pun bisa asal sizenya >=16GB)
  4. Buka shell dan gunakan GPARTED untuk MENGOSONGKAN partisi yg menjadi tujuan instalasi. Ingat, DIHAPUS, bukan diformat apalagi disetting dengan format ext4. Setelah itu lakukan REBOOT dan kembali ke step 1-3 lalu ke step 5.
  5. Setelah langkah 4, buka ‘Application’ > ‘System Tools’ > ‘install linux kali’
  6. Ikuti terus menu yg ada, setting saja sesuai keinginan, hingga akhirnya masuk ke menu disk partition. Pada bagian ini (jika tadi step 4 dijalankan dengan baik) seharusnya akan ada pilihan pertama dengan kata ‘largest continous…’. Pilih pilihan tersebut.

Jika tidak ada pilihan tersebut, pilih ‘manual’, lalu pada hdd yg Anda inginkan lakukan seperti pada step 4. Setelah itu tidak perlu reboot, cukup tekan ‘esc’ dan pilih ulang menu ‘disk partition’, maka semestinya akan keluar pilihan ‘largest continous..’.

7.  Lanjutkan instalasi pada partisi yg dipilih. Tunggu kira-kira 15-30menit tergantung kecepatan sistem komputer Anda; Hingga kemudian muncul error instalasi GRUB. Langkah ini terdengar agak lucu, namun tak ada yg bisa kita lakukan selain: pilih ‘install…’. Maka instalasi linux diulangi lagi/re-install. Peringatan: jangan sekali-sekali memilih ‘exit installation’.

Saya pribadi juga agak sebal dengan ini, karena berarti harus menunggu lagi. Dan saya belum menemukan solusi yg lain atas masalah ini. Mungkin jika ada yg menemukan solusi baru bisa memberitahukan lewat komentar.

8.  Setelah melakukan step 7 dan menunggu lagi, mestinya kali ini tidak ada masalah dalam instalasi GRUB. Sekedar info: sebaiknya GRUB diinstal pada MBR dari hdd yg ingin booting linux. Contoh: pada PC saya terdapat internal hdd berisi win7 (terdeteksi pada Kali sebagai sda) namun saya ingin bisa booting dari eksternal hdd pada PC manapun, karenanya saya install GRUB pada MBR dari hdd eksternal saya (pada Kali dideteksi sebagai sdb)

9.  Setelah instalasi GRUB, proses instalasi akan berlanjut sedikit lagi hingga akhirnya stuck pada layar ‘finishing’. Coba saja ditunggu 15menit. Jika tetap tidak ada perubahan atau tetap stuck di situ, tekan saja alt+ctrl+F1 lalu ketik ‘poweroff’ dan ‘enter’

10.  Cobalah booting dengan menggunakan hdd yg terinstall Kali, seharusnya akan muncul GRUB Loader dan sudah bisa booting Kali dengan lancar

Demikian proses instalasi Linux Kali yg saya lakukan. Jika ada rekan-rekan yg ingin memberikan usulan ataupun pertanyaan silahkan mengisi pada komentar. Semoga artikel ini dapat berguna.

Pesan terakhir: Do only Ethical hacking, not a crime. 🙂

Cinta??? (The Prayer)

Anto duduk termenung sendirian di kamarnya. Waktu sudah menunjukan pukul 11 malam, namun tampaknya dia belum berniat tidur. Tanpa menghirauan suara petasan ataupun lengkingan  terompet di luar rumahnya, Anto terus berdiam. Sepertinya ada sesuatu yg mengganggu pikirannya.
Perlahan Anto menyingkirkan buku-buku di mejanya, nyaris tanpa suara. Diambilnya sebuah pena dari kotak kecil di lacinya. Dengan suasana ruangan yg masih tetap sunyi senyap, perlahan ia menuliskan sesuatu pada kertas kosong dihadapannya.

Tuhanku…
Beberapa menit lagi tahun ini akan berakhir dan tahun yg baru akan segera datang
Aku sudah memikirkan kembali semua hal yg terjadi setahun ini

Yah.. begitu banyak yg sudah terjadi..
Ada saat-saat dimana aku begitu gembira
Ada juga moment dimana aku begitu terpuruk, marah, kecewa
Dan.. yah.. aku mensyukuri semuanya itu..
Masa-masa yg indah itu membuatku senantiasa mengingat kasih dan kebaikan-Mu
Masa-masa yg suram itu membuatku selalu tinggal dekat kaki-Mu dan menumbuhkan otot-otot imanku

Aku bersyukur untuk teman-teman yg baik,
Keluarga yg sangat luar biasa,
Pekerjaan yg penuh berkat-Mu…
Aku tau tak semuanya nampak sempurna di mataku,
Tapi aku percaya bahwa Kau memberi semuanya yg terbaik, yg paling tepat, untuk aku yg juga tak sempurna ini..

Tuhanku..
Esok, di tahun yg baru, aku tak yakin apa yg bisa kubuat..
Aku takut..
Aku perlu tangan-Mu yg kuat itu untuk menggandengku
Aku perlu Engkau berjalan bersamaku..
Yah.. aku percaya.. bersama-Mu tahun yg akan datang dapat kulewati dengan baik
Jauh lebih baik daripada tahun ini…

Oya, satu lagi pintaku untuk tahun yg baru
Berkatmu untuk dia yg selalu dihatiku..
Yah.. aku berdoa untuk Nelia..
Tuhan, aku minta Engkau memberkati Nelia..
Biarlah dia boleh selalu merasakan kasih dan kebaikanMu dalam hidupnya
Biarlah dia boleh selalu mengingat bahwa Engkau besertanya
DamaiMu yg selalu membuatnya tetap tenang di masa-masa genting
SukacitaMu yg senantiasa membawanya tersenyum di tengah tetesan air mata
KuasaMu yg membuatnya tetap melangkah mengejar mimpinya..

Ya Tuhanku..
Sunggguh, boleh mengenal Nelia adalah sebuah anugrah buatku..
Dan kalau dia boleh menyebutku sahabat, itu adalah tambahan anugrah yg luar biasa..
Bagiku kebahagiaannya adalah bahagiaku juga..
Dan aku percaya, Engkau menyayangi Nelia lebih dari yg kurasa..
Karenanya Kau pasti mengabulkan pintaku ini..
Amin..

Anto meletakkan penanya. Dia tersenyum kecil saat bibirnya menggumamkan kembali apa yg ditulisnya. Beberapa saat dia memejamkan matanya, tak bergerak. Dengan penuh kegembiraan di wajahnya, Anto kemudian bangkit dari mejanya, melangkah ke tempat tidurnya dan… sepertinya dia sudah berada di alam mimpi..

Cinta??? (Menginjak Mawar)

“Anto, sini sebentar”, terdengar suara seorang wanita memanggilku. Aku pun menghentikan langkahku dan menoleh. Nampak kak Angel melambaikan tangan memanggilku.
“To, kau lagi sibukkah? Bolehkah kakak ngobrol sebentar denganmu?”, tanya kak Angel setelah aku duduk di sampingnya.
“Emmm, ada apa ya kak?”, tanyaku.
“Ini tentang Nelia”, sahutnya.
Sejenak aku tertegun. Nelia, gadis cantik itu, beberapa hari terakhir terasa sangat aneh. Tepatnya sejak acara kepanitiaan lomba HMT selesai, dia seakan menjauhiku. Aku pernah coba tanya padanya, tapi dia mengelak. Dan sekarang… ada apa ini?
“To, apa yg sudah kau lakukan pada Nelia?”, tanya kak Angel membuyarkan lamunanku.
“Loh aku gak ngapa-ngapain dia. Akhir-akhir ini malah aku gak sempat ngobrol dengannya.”, sahutku gugup, sambil mencoba mengira-ngira kesalahan apa yg kubuat pada Nelia.
Kak angel hanya tersenyum, sepertinya dia menyadari keresahanku. “Coba kau ingat-ingat lagi”, lanjutnya dengan nada lebih lembut.
Aku terdiam, merenung, aku tak tahu apa salahku. Tapi aku benar-benar tak suka keadaan ini, aku tak suka Nelia menjauhiku, dan semoga kak Angel bisa menolongku. Yah, kak Angel lah satu-satunya orang yg bisa menolongku karena dia dekat dengan Nelia. Kak Angel adalah kakak kelas sekaligus mentor bagi aku dan Nelia. Dialah yg selama ini mengajari aku dan Nelia tentang banyak hal, baik itu masalah perkuliahan ataupun kehidupan sehari-hari.
“Maaf kak, aku tau ada yg salah, masalahnya aku tak tau apa itu.”, sahutku.
“Hahahaha, Anto, kalo gitu aku kembalikan deh kalimatmu, salahmu adalah kau tak tau apa salahmu.”, sahutnya.
Mendengar itu, aku langsung teringat sesuatu, aku sadar betapa aku telah menyakiti Nelia.

Kejadian ini terjadi beberapa minggu yg lalu, sebelum acara lomba HMT. Situasi saat itu memang tak terlalu baik, kami para panitia lomba diserbu masalah yg seakan tak ada habis-habisnya. Mulai dari kurangnya sponsor, kurangnya dana, hingga kurangnya peserta. Dan jujur saja, sebagai ketua panitia aku-lah yg paling stres. Aku tak mau acara ini gagal, ini kepanitiaan pertamaku; pertama kalinya aku jadi ketua; apa kata orang-orang kalau sampai acara ini gagal. Tekanan itu membuatku, tanpa sadar, menjadi pemimpin yg otoriter bin sadis. Dan lebih sedihnya, aku juga melukai Nelia.
“Nelia! Maju ke depan!”, bentakku dengan emosi. Ruangan rapat menjadi hening, semua mata menatap Nelia dengan bingung. Nelia pun perlahan berdiri dari tempatnya, maju ke sampingku.
“Ya, To?”, tanyanya perlahan.
“Kamu tau apa salahmu?!”, tanyaku dengan nada kasar.
Nelia mengernyitkan dahinya, berpikir, lalu menggelengkan kepalanya tanda tak mengerti. Dan karena lagi emosi dan tertekan dengan kondisi yg ada, tanpa basa-basi lagi, aku berdiri dari tempatku dan langsung menyemprot Nelia dengan kalimat-kalimatku yg kejam.
“Salahmu yg pertama, kamu gak tau apa salahmu.”
“Salahmu yg kedua, itu sie materi belum selesai kerjaannya”
“Salahmu yg ketiga, itu anak-anak di bawahmu absensinya paling banyak”
Nelia ingin membuka mulutnya untuk mengucapkan sesuatu, namun seakan semua kata tertahan, dia tak jadi mengucapkan apapun hanya menundukkan kepalanya.
“Masih belum selesai.”, lanjutku dengan nada mengejek, “kamu tadi juga tiduran di meja saat rapat. Apa-apaan kamu ini?!”. Brakkk!! Gebrakan meja dengan tanganku membuat semua panitia semakin tegang.
Nelia mengangkat kepalanya, terdiam sejenak. Suasana ruangan masih tetap hening dan tegang.
“Maaf..”, ucap Nelia perlahan.
“Bilang apa kamu tadi? Yg keras kalo ngomong.”, lanjutku dengan kasar.
“Maaf.. aku.. aku akan bereskan semuanya”, katanya sambil kembali menunduk.
“Ya sudah, sana, bereskan dengan tim mu, aku gak mau ada yg miss”, balasku sambil duduk kembali.

“Nggak pantes kamu lakukan yg kayak gitu ke Nelia. Pada siapaun juga gak boleh.”, kata kak Angel membawaku kembali ke dunia nyata.
“Coba deh kamu pikir lagi. Mestinya masih banyak kan cara yg lebih halus untuk menegur dia?!”, lanjut kak Angel.
Aku hanya terdiam lalu menganggukkan kepala tanda setuju.
“Itu ada Nelia, kamu minta maaf sama dia.”, sambung kak Angel sambil menunjuk sesuatu di belakangku.
Aku menoleh ke arah yg ditunjuk kak Angel. Nelia memandangi kami dari atas tangga, sepertinya dia tahu apa yg sedang kuperbincangkan dengan kak Angel. Aku ingin sekali minta maaf padanya, namun ego ku seakan menahanku, aku sama sekali tak bergerak dari tempat dudukku.
“Nel, sini..”, panggil kak Angel dengan lembut sambil melambaikan tangan pada Nelia. Nelia pun perlahan dan duduk di samping kak Angel.
“To, tadi kamu mau bilang apa sama Nelia?”, pancing kak Angel.
“Nel, aku.. aku..”. Rasanya sulit sekali mengatakannya. “maaf, aku sudah kasar padamu…”, lanjutku lirih sambil mengulurkan tangan dan berharap dia menerimanya.
Nelia tersenyum lalu menjabat tanganku sambil bilang “iya To, sama-sama, aku juga ada salah. Maaf ya..”
Aku tersenyum menatap Nelia. Semua rasa bercampur jadi satu; senang dia memaafkanku, malu karena berani melukai orang yg kusukai, marah karena egoku terluka, sedih karena aku sadar hubungan kami gak akan pernah sama seperti dulu lagi.

Hacker???

Saya bukanlah seorang master hacker, walaupun sedikit-sedikit saya ngerti ilmu hacking. Saya juga tidak layak disebut hacker, karena sampai saat ini yg bisa saya lakukan paling-paling hanya mengikuti tutorial cara hacking dan memakai tools-tools yang dikasih tau ‘mbah’ google. Saya bahkan bukan seorang programmer profesional karena saya sudah agak-agak lupa sebagian besar bahasa pemrograman selain yg dipakai di kantor saya sehari-hari. Saya hanyalah lulusan (dengan IPK pas-pasan) salah satu perguruan tinggi di bidang informatika/pemrograman.

Saya menuliskan artikel ini semata karena saya trenyuh/terharu dengan kondisi sebagian pemuda-pemudi di negeri ini yg berpandangan hacker itu begitu hebat. Mengagumi atau bahkan memujanya. Bercita-cita suatu saat menjadi salah satunya. Dan bahkan tidak sedikit yg berlari kesana kemari/surfing sana sini/keluar masuk forum-forum sekadar untuk menambah kemampuannya/berburu gelar master hacker. Jika Anda termasuk salah satunya, yah.. artikel ini saya persembahkan untuk Anda juga.

Sebelum saya ngoceh terlalu jauh, pertama-tama saya minta maaf dulu jika ada pihak-pihak yg mungkin tersinggung dengan artikel ini. Sungguh saya tidak punya maksud untuk menyudutkan siapa pun, baik itu orang awam, para profesional IT, maupun para hacker dan cracker. Tujuan dari artikel ini sederhana yakni memberikan gambaran yg simple mengenai dunia hacking kepada orang awam dan tutorial singkat untuk newbie. Jika ada saran dan kritik, mohon menuliskannya pada bagian komentar, saya akan merasa sangat bersyukur dan berterima kasih.

Sebuah pertanyaan simple dari saya untuk Anda renungkan baik-baik sebelum belajar mengenai dunia hacking atau bercita-cita menjadi hacker adalah:

menurut Anda, mana yg lebih menarik, menjadi seorang yang cakap menggunakan pisaunya untuk menusuk orang bahkan membunuh seseorang dengan sangat cepat dan efisien ataukah menjadi seorang yg cakap menggunakan pisaunya untuk menolong orang yg sedang sekarat karena kanker / tumor / tertusuk sesuatu?

Apapun jawaban Anda, silahkan itu Anda simpan dalam hati. Tak perlu menertawakan orang lain karena jawabannya berbeda ataupun bersedih karenanya. Setiap orang memiliki alasannya sendiri-sendiri dibalik setiap pola pikir dan sikapnya. Satu komentar saya mengenai hal ini: setiap tindakan kita, entah baik ataupun buruk, akan ada konsekuensi setelahnya, karena itu pastikan bahwa kita takkan menyesalinya kemudian. J

Seperti pertanyaan saya di atas, dunia hacking itu sebenarnya adalah dunia yg tidaklah jelas hitam-putih nya. Sebagian besar orang beranggapan bahwa para hacker itu jahat. Namun kemudian muncul apa yg disebut sebagai para hacker ‘white hat’ yg bertindak memerangi kejahatan hacker lainnya. Di sisi lain kemudian muncul pula julukan ‘cracker’ untuk menyebut para hacker yg melakukan cyber crime. Yg menarik untuk diperhatikan di sini adalah dasar ilmu yg digunakan, baik oleh para ‘cracker’ maupun ‘white hat hacker’, itu sama. Mereka sama-sama mempelajari pemrograman. Sama-sama belajar tentang jaringan, hardware, website, OS, dsb. Bedanya adalah mereka menggunakan ilmunya untuk apa. (setelah ini pada tulisan saya selanjutnya saya hanya akan menggunakan istilah ‘hacker’, untuk mempersingkat pembahasan)

Setelah memahami kalimat-kalimat di atas, tentunya sekarang akan muncul pertanyaan: apakah semua programmer/orang-orang yg belajar IT itu adalah hacker? Bagi saya, seorang hacker bukanlah seorang programer atau orang IT biasa, mereka adalah orang-orang yg kreatif yg berpikir dan bertindak di luar kebiasaan orang pada umumnya. Mungkin Anda punya pendapat yg lain di sini…

Saya suka mengibaratkan seorang hacker itu seperti seorang tukang kunci. Anda semua tentunya tau tukang kunci kan ya? Jujur, saya sangat terkagum-kagum pada tukang kunci, terperangah dengan kemampuannya untuk membuka benda yg terkunci dengan peralatan yg sederhana seperti kawat. Saya pernah sih iseng-iseng mencobanya, membuka pintu yg terkunci (sengaja saya kunci) dengan kawat, dan hasilnya kawatnya putus. Mengapa si tukang kunci bisa dan saya tidak? Sederhana, karena saya tidak tahu caranya. Si tukang kunci (entah sudah berapa lama) bergaul akrab dengan yg namanya kunci. Dia pelajari setiap bentuk kunci, metode-metode penguncian, cara membuka/kelemahan dari masing-masing metode, dsb. Begitu pula dengan seorang hacker, mereka bergaul akrab dengan komputer dan segala pernak-perniknya. Mereka bukan hanya belajar menjalankan program seperti pada orang umumnya, mereka belajar cara membuatnya, bahkan mereka mengenali kelemahan-kelemahan dari masing-masing program. Dan untuk mencapai tahapan-tahapan ini tentunya butuh waktu, butuh proses, bukan instan.

Dari cerita di atas, tentunya sedikit banyak sudah mulai ada gambaran kan mengenai hacker, dunianya, dan ‘how to’? Berikut adalah garis besar materi yg mestinya sedikit banyak dipahami oleh seorang hacker sekalipun tidak mendetail:

–          Hardware komputer dan accessories-nya

–          Operating System (OS)

–          Internet & networking

–          Software development

Dari 3 materi dasar di atas, nantinya akan bisa dikembangkan menjadi banyak sekali (ribuan atau jutaan) topik-topik , seperti:

–          Apa sih bedanya LINUX dan WINDOWS?

–          Apa itu firewall?

–          Apa sih kelemahan router?

–          Apa itu TCP/IP dan apa kelemahannya?

–          Apa itu bug dan bagaimana cara memanfaatkannya?

–          …..  (isi sendiri dengan topik favorit Anda :D)

Saya rasa artikel kali ini cukup sampai di sini, semoga dengan ini kita semua bisa lebih memahami dunia hacking. Terakhir, saran saya untuk teman-teman semua yg ingin belajar lebih lanjut mengenai hacking:

–          Belajarlah bahasa inggris dulu 😀

–          Aktiflah bertanya pada ‘mbah’ google terlebih dalam bahasa inggris

–          Kembangkan terus ide-ide kreatif Anda

Cinta??? (Mimpi)

Hari ini, aku sangat gembira, aku diterima sebagai salah satu pengurus organisasi kampus, HMT (Himpunan Mahasiswa Teknik). Tak main-main, sekalipun sebelumnya aku belum ada pengalaman di organisasi ini, namun tiba-tiba saja aku diangkat menjadi salah satu koordinator departemen yg ada. Luar biasa. Dan tentunya yg membuatku lebih heboh lagi adalah kejadian siang tadi.

“halo”, sebuah suara yg rasanya tidak asing tiba-tiba menyapaku. Aku mengangkat pandanganku dari layar laptop. Agak sedikit terkejut tapi juga senang, si cantik Nelia berdiri di depan pintu ruangan HMT. Dengan agak canggung aku menyahut, “hai, Nel, ada apa?”
“Anto, apa kau melihat Kelly?”
“Tadi sih dia di sini, mungkin keluar cari makan”, jawabku.
“ooh..”, sebelum dia menjawab lebih jauh aku bilang, “gimana kalau kau tunggu di sini saja? Rasanya dia gak lama kok”
“hmmm.. boleh deh, tapi aku butuh laptop, aku mau benerin tugas praktikumku”, katanya.
“pakai aja nih laptopku, aku nganggur kok”, kataku sambil berdiri menjauhi laptopku dan mempersilahkan dia duduk.

Aku duduk agak menyamping dari posisi Nelia, sehingga aku bisa mengawasi wajahnya yg cantik nampak serius memperhatikan layar laptop. Jari-jari Nelia tampak asik menari di atas keyboard laptopku. Tampaknya dia sungguh-sungguh berkonsentrasi hingga tak menyadari aku memperhatikannya.
“ummm… Anto.. ini.. aku save di hard disk kamu dulu boleh ya?” tanya Nelia tiba-tiba. Aku agak terkejut namun cepat-cepat kujawab, “oh iya boleh-boleh.”
“Aku masih gak yakin ini tugasku udah bener atau belum.. Mau cari source tambahan di internet ajah.. ini nyalain wifi-nya gimana ya?””Sini kubantu”, sahutku sambil mendekat. Aku duduk di samping Nelia lalu menggeser switch di bagian samping laptop. “Tuh uda nyala..”, kataku.
“ooh sip.. tapi..”, Nelia tidak melanjutkan kata-katanya.
“Kenapa Nel?” tanyaku penasaran.
“Ini.. hehehe.. mau cari artikel.. tapi bingung keyword-nya.. bisa dibantu gak?”
“hahaha.. sini.. sini..” kataku dengan gembira sambil mencondongkan tubuhku ke arah keyboard.

Kami asik mencari-cari artikel ketika tiba-tiba ada suara “ehem… ehem..”. Aku dan Nelia serempak menoleh ke arah pintu. Nampak Kelly dengan tampang isengnya berdiri di sana. “wah ada yg lagi asik nih..”, lanjut Kelly menggoda.
“Eh, Kel, ini loh dicarii Nelia.. Lama amat loe makannya..”, sahutku berusaha mengalihkan topik.”Loh makin lama kan makin asik toh..”, balas Kelly dengan nada menggoda dan melirikku. “Nih Nel, gue beliin teh botol untukmu, sebagai tanda sorry dari gue”, lanjut Kelly. Karena keberadaan Kelly, aku pun memilih duduk agak menjauh dari Nelia. Aku gak ingin si Kelly ngoceh aneh-aneh tentang aku dan Nelia.

Jam menunjukkan pukul 5 sore, aku sangat mengantuk dan nyaris tertidur, ketika Nelia tiba-tiba berseru “yeee.. selesai..”.
“sip.. tinggal di-print terus kita ke lab.. yuk, cepetan..” kata Kelly menimpali.
Nelia memasukkan buku catatannya ke tas lalu mencabut flashdisk-nya dari laptopku. Kelly pun segera membereskan barang-barangnya yg berserakan di atas meja sejak jam makan siang tadi.
“Anto, thankyou yah buat pinjaman laptopnya. Dataku sudah aku ambil sih, cuma di laptop kamu belum kuhapus.” kata Nelia.”takapa nanti biar kubereskan sendiri” sahutku.

Aku hanya duduk memperhatikan Nelia dan Kelly berlari ke arah pintu, sebelum keluar Kelly tiba berhenti lalu bilang, “oya, Anto, ketua sudah setuju.. Kau ketua panitia lombanya.. besok ada rapat untuk bahas itu.” Belum sempat aku menjawab, dia sudah lari menghilang.
‘waduh, beneran ni gue ketuanya… kalau tim-nya gak bener bisa mampus gue’ pikirku… Tiba-tiba saja terbersit sebuah ide di benakku…

“halo, Nelia?”
“Iya, ini Anto ya?”
“Iya Nel.. hehehe.. Aku ganggu gak nih?”
“oooh.. enggak kok.. ada apa To?””Nel, kalau boleh, gue mau minta tolong.. Gue butuh orang untuk jadi panitia lombanya HMT”
“Hah? panitia lomba? sulit gak itu?”
“Gak sulit sih.. Gue butuhnya wakil ketua kok, bukan untuk departemen-departemen yg spesifik”
“Loh.. Wakil ketua kan lebih sulit daripada yg di bawah-bawah”
“Setidaknya lebih gampang dari ketua kan, ayolah.. Tolongin gue.. Lagi butuh orang banget ni soalnya.. Ntar kalo kau bingung tanya aku aja, kan aku ketuanya.. gimana?”
“Ya uda deh.. Terserah kamu aja..”
“Waahh.. thank you Nelia.. hehehe.. selamat malam.. Oya, besok ada rapat panitia d ruang HMT jam 3 ya..”
“Looohh… Kok langsung rapat.. Bukannya cukup ketua aja yg rapat ama HMT? Aku kan bukan pengurus HMT”
“Yahhh.. Biar kita semua se-visi, sehati.. hehehe”
“Ya uda deh.. jam 3 ya.. sampai besok”

Aku pun mengakhiri hariku di atas ranjang dengan senyuman bahagia.. hehehe.. Bukan hanya seharian nemeni Nelia dan bantuin dia, tapi juga bisa se-tim untuk proyek ke depan. Harapanku sih, dengan proyek ini aku bisa lebih kenal dengan Nelia. Gak sabar deh ingin tau gimana hari-hari ke depan.. Kayak petualangan aja.. The Journey just begun..

Cinta??? (Pandangan pertama)

Halo, namaku Anto. Usiaku baru menginjak kepala 2 alias 20 tahun. Aku kuliah di salah satu kampus terkenal di kota ini. Aku mahasiswa semester 5 jurusan teknik, dimana jarang sekali mahasiswi di jurusan ini, makanya jangan heran kalau cowok di sini kalo ngliat cewek itu kayak ngliat barang antik.. hehehe..

Sejak kuliah di sini, aku hanya akrab dengan 3 orang cewek. Mereka semua seangkatan denganku. Teman-teman cowok yg lain sering bilang kalau aku ini beruntung, aku punya teman-teman cewek yg cantik dan akrab denganku. Tapi jujur aja, aku sama sekali gak merasa mereka itu menarik. Ntahlah, menurutku sih cantik itu relatif ya, orang lain mungkin bilang cantik tapi bagiku biasa aja gitu.

Oya, minggu lalu aku melihat seorang cewek cantik di kampusku. Dia lagi asik baca komik girly sampai-sampai cuek dengan semua yg terjadi di sekelilingnya. Aku perhatikan dia dengan seksama, penasaran sih siapa dia ini, karena setauku gak ada adik kelasku yg secantik dia. Rambutnya kurang lebih sebahu, wajahnya bulat, agak chubby sih, hidungnya mancung, matanya besar.. ah, pokoknya cantik deh.. masalahnya.. aku gak kenal dia… jadi aku hanya bisa diam dan memandanginya dari jauh.

“Woi, ngelamun apa loe?” tegur Nico sambil menepuk bahuku. Aku kaget, baru sadar di sampingku ada orang.
“Errrrr… anu… belum masuk ya kelasnya?” sahutku basa-basi.
“Loe uda kerja tugas ini belum? Gue gak ngerti ni gimana kerjainnya”
“Wah nic loe salah orang, kalo loe aja gak bisa apalagi gue. Kan situ IPKnya 4.” sahutku meledek, “eh itu ada si Ucup, tanya dia aja.”
“Woi Cup sini!!”
“Eh ada kalian di sini, baguslah, aku mau nanya tugas, ini gimana cara ngerjainnya ya?” sahut Ucup sambil mendekati kami.
Aku dan Nico pun melongo. “Kita mau nanya elu, kok malah balik ditanyai… ckckckck… gawat ni…” sahutku kesal.
“Wah parah kalian, ya uda aku nanya yg lain aja..” balas si Ucup sambil ngeloyor pergi.

Sejam kemudian, waktu aku mau ke warung depan kampus, aku melihat si Ucup lagi ngobrol dengan seorang cewek. Iseng-iseng kudekati mereka. Baru beberapa langkah, aku menyadari kalau cewek di depan si Ucup itu si cantik yg tempo hari lagi duduk baca komik itu. ‘Wah jangan-jangan dia itu pacarnya si ucup’ pikirku. Aku pun membatalkan niatku untuk mendekat, tapi tiba-tiba ada teriakan “oi To sini To, ada yg perlu kubicarakan”. Aku menoleh dan kulihat si Ucup melambaikan tangannya.

“Apa Cup?” sahutku sambil mendekat.
“Ini loh Neli mau nanya soal minggu lalu, kan kamu yg ajari aku tempo hari..” jawabnya.
Aku pun menjadi gugup. Si cantik itu, Nelia, memandangiku dengan penuh harap. Sepertinya dia agak sungkan untuk bertanya langsung padaku. Setelah mengumpulkan segenap keyakinan diri, aku pun menjelaskan jawaban tugas minggu lalu itu.
“Thankyou ya Anto buat penjelasannya.” kata Nelia setelah kujelaskan panjang lebar.
“Loh kamu materinya baru sampai situ? Emang kamu kelas mana?”
“Iya, aku di kelas A sih, tempo hari kan bapaknya absen 1x jadi agak telat.”
“Oooo..” sahutku sambil memandangi wajahnya yg cantik itu.
“Aku pulang dulu ya… Thankyou..” kata Nelia sambil melambaikan tangannya lalu berjalan menjauh tanpa menunggu balasanku.
Aku hanya tertegun memandanginya berjalan menjauh. Dan baru sadar beberapa menit kemudian kalau si Ucup juga sudah pulang.

Sejak kejadian kemarin itu, aku setiap kali bertemu dengan Nelia berusaha untuk mengajaknya ngobrol. Namun, entah kenapa, dia hanya berbicara seperlunya lalu ngeloyor pergi. Menyedihkan.. tapi takapa lah.. setidaknya dia masih mengingat namaku.. hehehehe.. dan yang lebih penting adalah aku masih bisa memandangi wajahnya yg cantik dan imut itu…