Cinta??? (The Prayer)

Anto duduk termenung sendirian di kamarnya. Waktu sudah menunjukan pukul 11 malam, namun tampaknya dia belum berniat tidur. Tanpa menghirauan suara petasan ataupun lengkingan  terompet di luar rumahnya, Anto terus berdiam. Sepertinya ada sesuatu yg mengganggu pikirannya.
Perlahan Anto menyingkirkan buku-buku di mejanya, nyaris tanpa suara. Diambilnya sebuah pena dari kotak kecil di lacinya. Dengan suasana ruangan yg masih tetap sunyi senyap, perlahan ia menuliskan sesuatu pada kertas kosong dihadapannya.

Tuhanku…
Beberapa menit lagi tahun ini akan berakhir dan tahun yg baru akan segera datang
Aku sudah memikirkan kembali semua hal yg terjadi setahun ini

Yah.. begitu banyak yg sudah terjadi..
Ada saat-saat dimana aku begitu gembira
Ada juga moment dimana aku begitu terpuruk, marah, kecewa
Dan.. yah.. aku mensyukuri semuanya itu..
Masa-masa yg indah itu membuatku senantiasa mengingat kasih dan kebaikan-Mu
Masa-masa yg suram itu membuatku selalu tinggal dekat kaki-Mu dan menumbuhkan otot-otot imanku

Aku bersyukur untuk teman-teman yg baik,
Keluarga yg sangat luar biasa,
Pekerjaan yg penuh berkat-Mu…
Aku tau tak semuanya nampak sempurna di mataku,
Tapi aku percaya bahwa Kau memberi semuanya yg terbaik, yg paling tepat, untuk aku yg juga tak sempurna ini..

Tuhanku..
Esok, di tahun yg baru, aku tak yakin apa yg bisa kubuat..
Aku takut..
Aku perlu tangan-Mu yg kuat itu untuk menggandengku
Aku perlu Engkau berjalan bersamaku..
Yah.. aku percaya.. bersama-Mu tahun yg akan datang dapat kulewati dengan baik
Jauh lebih baik daripada tahun ini…

Oya, satu lagi pintaku untuk tahun yg baru
Berkatmu untuk dia yg selalu dihatiku..
Yah.. aku berdoa untuk Nelia..
Tuhan, aku minta Engkau memberkati Nelia..
Biarlah dia boleh selalu merasakan kasih dan kebaikanMu dalam hidupnya
Biarlah dia boleh selalu mengingat bahwa Engkau besertanya
DamaiMu yg selalu membuatnya tetap tenang di masa-masa genting
SukacitaMu yg senantiasa membawanya tersenyum di tengah tetesan air mata
KuasaMu yg membuatnya tetap melangkah mengejar mimpinya..

Ya Tuhanku..
Sunggguh, boleh mengenal Nelia adalah sebuah anugrah buatku..
Dan kalau dia boleh menyebutku sahabat, itu adalah tambahan anugrah yg luar biasa..
Bagiku kebahagiaannya adalah bahagiaku juga..
Dan aku percaya, Engkau menyayangi Nelia lebih dari yg kurasa..
Karenanya Kau pasti mengabulkan pintaku ini..
Amin..

Anto meletakkan penanya. Dia tersenyum kecil saat bibirnya menggumamkan kembali apa yg ditulisnya. Beberapa saat dia memejamkan matanya, tak bergerak. Dengan penuh kegembiraan di wajahnya, Anto kemudian bangkit dari mejanya, melangkah ke tempat tidurnya dan… sepertinya dia sudah berada di alam mimpi..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s