Matinya Sang Pemburu

Detak waktu mengisi sunyi
Irama nafas warnai hari
Dalam kelam hati tenggelam
Harapan kian terbenam

Ntah knapa ku di sini
Terjebak realita fantasi
Detik hanya jadi lagu
Tanpa nada hanya semu

Kuteringat hari memburu wujudmu
Berlari tanpa ingat waktu
Darah peluh pun menyatu
Juga benci dan rinduku
Padat membeku di sudut kalbu

Ke mana lagi kuharus pergi
Ke mana lagi kuharus mencari
Bayangmu hanya datang dan pergi
Dalam nyata dalam mimpi

Aku haus aku lapar
Lemah tergeletak terkapar
Tinggal desah nafas cinta
Berbisik memanggil sebuah nama
Mengharap ilusi jadi nyata

Tiada lagi tersisa kini
Hancur lebur bagai bubur
Tinggal abu tuk dikubur
Tertutup gelapnya malam sepi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s