Detak Terakhir

Nafas terengah diburu panah
Gelap kelam kian mencekam
Dalam hari tak lagi terang
Terbaring dia dalam erang

Ntah awal smua itu
Namun pasti dia tau

Wajah wajah liar memburu
Derap langkah pasukan seribu
Gerak waktu lambat terasa
Di tengah badai amuk massa

Dengan tenang dia menantang
Asa berapi tak takut mati
Tangan bergetar membawa maut
Langkah gelora badai laut

Dalam merah hujan darah
Nampak dia mengamuk parah
Senjata beradu pekik pilu
Tanah merah saksi bisu

Kini smua telah lalu
Hanya sisa mayat kaku
Tumpukan bangkai berbalut duka
Akibat benci dalam jiwa

Dia..
Yang menyangka dirinya pahlawan
Petarung handal seorang jagoan
Terbaring lesu kesepian
Tanpa lawan tanpa kawan
Menanti jemputan dewa kematian

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s