Menanti Pelangi

Titik titik hujan berderai
Menyapa bumi lemah gemulai
Wajah hari muram membungkam
Lingkupi mentari terdiam

Tetesan air basuh wajah
Memoles mata kian memerah
Hati pedih terukir tertancap
Dalam bisik namamu terucap

Kenapa harus kualami
Adilkah semua ini
Ke manakah dirimu pergi
Teriakku memecah hari

Gelegar halilintar berteriak menjawab
Bisikan kata tanpa nada
Menyingkap rasa di dada

Perlahan..
Kumelayang bersama waktu
Lewati bayang memori kelabu

Dalam sepi kuberdiri
Sesali kebodohan diri
Dan kau di sana obati hati

Kutermenung tangisi semua
Gagal parah hancur tak terkira
Dirimu di sana tak menyerah
Memintaku tetap berserah

Dalam tiap realita
Kuteringat dirimu ada
Bisikkan kata-kata cinta
Setia sungguhlah nyata

Kau genggam tanganku erat
Tak kusangka dirimu dekat
Hadirmu bukanlah semu
Janjimu tak pernah layu

Kini kutatap langit pasti
Asaku tak jadi mati
Walau derai tak kunjung henti
Namun pelangi kan muncul nanti

Iklan

Satu pemikiran pada “Menanti Pelangi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s