The Art of War – bab 1

Ji 

Ji

———————————————————

Terlepas dari siapa sesungguhnya Sun Tzu (Sun Zi) ini, karyanya memang sudah banyak dikenal oleh masyarakat bahkan sudah banyak diadopsi tidak hanya oleh kalangan militer namun juga kalangan pebisnis. Sudah banyak buku-buku manajemen yg diterbitkan dan membahas mengenai ‘strategi perang’ di dunia manajemen. Kali ini saya ingin menulis ulang tulisan Sun Tzu yg sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dari buku ‘Sun Zi Art of War’ tulisan Chow-Hou Wee dgn disertai sedikit perubahan yg saya rasa perlu agar lebih mudah dipahami. Semoga bermanfaat bagi kita semua. πŸ™‚

Note: harap maklum kalau updatenya lama karena mengetik ulang buku setebal 13 bab cukup merepotkan 😦 dan kalo benar-benar sudah tidak sabar atau ingin melihat pembahasannya secara lebih detail, silahkan mencari bukunya di toko buku terdekat πŸ™‚

==========================

Sun Zi berkata: Pelaksanaan perang adalah masalah yg sangat penting bagi bangsa.
Ini menentukan kelangsungan hidup atau kematian sebuah negara.
Ini adalah masalah hidup dan mati dari rakyat dan penguasanya.
Ini harus dipelajari dan diperiksa dengan cermat.
Jadi analisis dan pelajarilah 5 faktor ini dengan teliti.
Bandingkan mereka dengan milik musuh untuk memahami berbagai kondisi dan keadaan yg terus berubah dan untuk menilai peluang kemenangan.
Kelima faktor itu adalah pengaruh moral, cuaca, daratan, sifat jenderal, dan doktrin serta hukum.
Pengaruh moral mengacu pada tindakan dan kebijakan yg menyatukan rakyat dengan penguasa sehingga mereka sungguh-sungguh sepakat dan selaras satu sama lain.
Dengan demikian rakyat akan siap untuk hidup dan mati bagi sang penguasa tanpa perasaan takut terhadap bahaya.
Cuaca mengacu pada perubahan yg kontras antara malam dan siang hari, dinginnya musim dingin dan panasnya musim panas, dan perubahan musiman.
Dataran mengacu pada apakah rute yg akan diambil panjang atau pendek, apakah tanahnya berbahaya atau aman, lebar atau sempit dalam hubungannya dengan kelancaran pergerakan, dan apakah tanahnya akan menentukan kematian atau kelangsungan hidup dari suatu pasukan.
Kualitas jenderal dari seorang panglima mengacu pada kualitas kebijaksanaan, sifat dapat dipercaya, kemurahan hati, keberanian, dan disiplin.
Doktrin dan hukum mengacu pada organisasi dan kontrol, berbagai sistem dan prosedur manajemen, serta struktur perintah dan kontrol bagi penempatan sumber daya.
Setiap jenderal harus mengetahui kelima faktor ini.
Orang yg mampu menguasai kelima faktor itu akan menang.
Orang yg tidak memahami kelima faktor itu tidak akan menang.
Jadi dalam merencanakan ada 7 dimensi yg harus dianalisa dan dibandingkan dengan dimensi musuh agar seorang jenderal dapat memahami berbagai kondisi dan situasi yang berubah dan menilai peluang untuk menang.
Penguasa mana yg memiliki pengaruh moral yg lebih besar?
Jenderal mana yg memiliki kemampuan dan keterampilan lebih hebat?
Pihak mana yg mampu memanfaatkan cuaca dan dataran secara lebih baik?
Pihak mana yg lebih mampu melaksanakan dan menerapkan hukum dan perintah secara efektif?
Pihak mana yg memiliki lebih banyak prajurit dan prajuritnya lebih kuat?
Pihak mana yg memiliki perwira yg lebih terlatih?
Pihak mana yg lebih memahami pentingnya memberi penghargaan dan hukuman?
Dari 7 dimensi ini saya dapat memperkirakan kemenangan dan kekalahan.
Jenderal yg menerapkan berbagai strategi dan rencana saya akan menang dalam pertempuran; ia harus dipertahankan.
Jenderal yg tidak menerapkan segala strategi dan rencana saya akan kalah dalam pertempuran; ia harus diganti.
Di samping itu, sang jenderal harus menciptakan dan mengambil keuntungan dari berbagai keadaan yg berada di luar aturan yg biasa dalam pertempuran.
Menciptakan keadaan menuntut seorang jenderal untuk bertindak secara menguntungkan sehingga dapat mengendalikan keseimbangan kekuatan.
Semua pertempuran didasarkan pada prinsip penipuan.
Jadi, bila mampu berpura-puralah tidak mampu.
Ketika mampu menempatkan prajurit, berpura-puralah tidak mampu melakukannya.
Ketika hampir mencapai tujuan, berpura-puralah masih jauh sekali; dan bila masih jauh sekali dari tujuan, berpura-puralah sudah dekat.
Ketika musuh rakus untuk mendapatkan keuntungan kecil, berikanlah umpan untuk memikatnya.
Ketika musuh berada dalam keadaan kacau balau dan berantakan, lancarkan serangan dan tangkaplah ia.
Ketika musuh kuat dan efektif, bersiaplah dengan sungguh-sungguh untuk menghadapinya.
Ketika musuh jauh lebih unggul dan sangat ganas, adalah lebih baik untuk menghindarinya.
Ketika musuh mudah dibuat marah, carilah jalan untuk menjengkelkannya.
Ketika musuh memandang rendah, hendaklah semakin mendorong kesombongannya.
Ketika musuh beristirahat dengan baik/segar, gunakan berbagai cara untuk membuatnya lelah.
Ketika musuh dalam keadaan rukun dan bersatu, gunakan berbagai cara untuk memecah belahnya.
Seranglah musuh ketika ia tidak siap.
Bergeraklah, muncul, dan seranglah daerah-daerah di mana musuh paling tidak memperkirakan.
Ini adalah rahasia-rahasia dan prinsip-prinsip untuk memenangkan perang.
Namun semuanya itu tidak boleh dibahas, diputuskan, dan diungkapkan sebelumnya.
Jadi, mereka yg merencanakan di dalam kuil sebelum pecahnya perang akan menang jika berbagai rencana itu menyeluruh dan terperinci.
Mereka yg melakukan perencanaan di kuil sebelum perang meletus tidak akan menang jika rencana itu tidak menyeluruh dan tidak terperinci.
Dengan perencanaan yg menyeluruh dan terperinci, seseorang dapat menang.
Dengan perencanaan yg kurang menyeluruh/terperinci, seseorang tidak dapat menang.
Betapa pastinya kekalahan bila seseorang tidak merencanakan sama sekali!
Dengan mengamati bagaimana perencanaan dilakukan, saya dapat meramalkan kemenangan dan kekalahan.
==========================

Iklan

2 pemikiran pada “The Art of War – bab 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s