Mengampuni, jurus tersakti penghancur permusuhan

Seorang gadis cantik terjebak dlm kobaran api yg kian lama kian membesar. Di kejauhan nampak sepasang pendekar berilmu tinggi memandang ke arah kobaran api itu. Si pria tampak tak tega dgn apa yg dilihatnya, namun ketika ingin bergegas menolong tiba-tiba dlm benaknya mengalir ingatan kejadian-kejadian yg lalu. Ia teringat bagaimana si gadis yg tengah terjebak kobaran api itu menghina dirinya, memotong tangan kanannya, dan bahkan baru saja meracuni istri yg sangat dikasihinya. Ketika pendekar pria tersebut diam, sang istri di sampingnya berbisik perlahan “tolonglah dia, biarkan semua orang gembira, cukup kita saja yg menderita”. Mendengar ucapan sang istri si pria menyaut perlahan “baiklah, cukup kita saja yg menderita, biar semua orang bahagia” sambil bergegas terbang ke arah kobaran api dan menyelamatkan si gadis yg notabene masih saudara sepupunya.

Kejadian heroik di atas memang hanya rekaan sutradara yg sangat kecil kemungkinannya kita temui dlm kehidupan sehari-hari. Namun kondisi yg dialami tokoh utama seringkali kita rasakan. Kita mungkin dihina, dianiaya, difitnah, diperlakukan dgn tidak adil oleh orang-orang tertentu atau bahkan oleh orang-orang yg kita kasihi. Hati kita sakit, ingin sekali membalas perbuatan mereka, tapi tak tega juga. Serba salah jadinya. Dan kemudian terjadi kondisi tak terduga dimana orang yg melukai kita itu tiba-tiba mengalami masalah/bencana. Bagaimana sikap kita? Akankan kita menolong? Atau kita malah tersenyum dalam hati sambil berkata “Inilah hukuman utk kejahatanmu. Pembalasan dari Tuhan sendiri”?

Kita semua tahu bahwa Sang Pencipta adalah pribadi yg adil. Kita juga sering diajari bahwa Dia lah yg akan mengganjar setiap kejahatan yg dilakukan manusia. Dan kita juga belajar bahwa Dia akan memberikan upah atas setiap perbuatan baik yg kita lakukan. Tapi satu hal yg seringkali kita lupakan adalah Dia ingin kita mengampuni kesalahan orang lain. Buktinya Dia sendiri menyatakan bahwa Dia juga mengampuni kesalahan manusia yg mau bertobat.

Ada banyak sekali alasan seseorang tak mau mengampuni. Yg paling sering kita dengar adalah ‘orang itu loh nggak ngaku salah kenapa mesti diampuni?’. Pernah tidak kita mencoba merenungkan setiap detik yg kita lalui dlm kehidupan kita sambil menghitung berapa banyak kesalahan yg sudah kita buat? Pernahkah kita mencoba survey setiap orang yg kita kenal dan menanyakan pada mereka ‘apakah aku pernah menyakiti perasaanmu dan tidak minta maaf’?

Mengampuni itu tidak mudah, namun juga tidak terlalu susah kalau kita mau

Pengampunan bukanlah perasaan tapi keputusan
Perasaan kita mungkin masih tidak enak meskipun sudah mengampuni, tapi kalau kita benar-benar sudah memutuskan utk mengampuni perlahan tapi pasti perasaan itu akan sirna dgn sendirinya.

Iklan

2 pemikiran pada “Mengampuni, jurus tersakti penghancur permusuhan

  1. sangat2 benerrrr ni koo…aq pernah merasakannya.. sulit mengampuni, tp jd tdk terlalu sulit saat qta mau n menyadari qta jg tlah d ampuni oleh Bapa..:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s