Tuhan, penuhilah kebutuhanku…

Semalam seorang menteeku yang baru saja pergi ke luar kota menceritakan pengalamannya pertama kali nge-kos. Dia bilang gini ‘ko, kalo biasanya di rumah enak, bangun tidur laper tinggal lari ke meja makan sudah ada makanan. Kalo sekarang bangun tidur laper masih mikir mau cari makan di mana’. Aku tertawa kecil mendengar kata-katanya yang begitu lugu.

Pagi ini, aku teringat kembali tentang kata-katanya itu dan tiba-tiba diingatkan betapa seringnya kita juga bertingkah seperti menteeku itu. Bangun tidur kita berdoa, minta Tuhan memenuhi kebutuhan kita hari ini. Namun seiring berjalannya waktu hari itu, kita tidak serius mencari apa yang kita butuhkan. Atau yang lebih gawat malah sama sekali tidak melakukan apa-apa. Kita hanya mengharapkan tiba-tiba di depan kita muncul hal-hal yang kita butuhkan; mungkin uang, makanan, pakaian atau solusi dari masalah yang sedang terjadi.

Memang Tuhan tahu yang kita butuhkan. Tuhan berjanji akan memelihara kita seperti Dia memelihara bunga-bunga di padang dan burung-burung di udara. Namun yang perlu disadari, Tuhan tidak pernah melemparkan makanan ke dalam sarang burung-burung. Melainkan burung-burung harus tetap berjuang mencari makanannya hari itu.

Kenapa ya begitu?

Bayangkan saja seandainya burung-burung itu tidak perlu mencari makan dan minum. Semua sudah tersedia di sarangnya. Apa yang terjadi? Mungkin mereka akan duduk santai di sarang menikmati waktu sepanjang hari. Lama-kelamaan perlu dipertanyakan apa gunanya mereka bisa terbang. Daya juang mereka pun kian melemah, bahkan tak heran kalau kemudian burung-burung itu jadi gumpalan bulu gendut yang tidak bisa apa-apa.

Demikian juga kehidupan kita, kalau kita sebagai orang percaya hanya tahu duduk menikmati berkat, perlahan tapi pasti talenta kita akan mati. Setiap bakat dan kemampuan yang tidak pernah kita pakai perlahan akan kita lupakan. Lama-kelamaan yang tersisa hanyalah kemampuan untuk menikmati berkat; makin lama jadi makin “gendut”, tidak bisa apa-apa  dan akhirnya mati sia-sia tanpa pernah melakukan sesuatu.

Syukurlah kita punya Tuhan yang sangat baik. Dia sangat mengasihi kita namun tak ingin kita bermanja-manja. Ia mau kita berusaha untuk mendapatkan apa yang kita butuhkan, bukan karena Dia jahat, namun demi kebaikan kita. Ia mau kita berkembang. Ia mau kita melakukan sesuatu yang besar. Dan pada akhirnya Ia mau kita duduk memerintah bersama Dia.

Karenanya, sudah selayaknya kalau setiap hari kita mensyukuri setiap pekerjaan, tugas, masalah yang ada di depan kita dengan cara berusaha melakukan yang terbaik. Melakukan/menyelesaikannya sebaik mungkin. Bukan dengan biasa-biasa saja. 🙂

Selamat melakukan yang terbaik ^^

GBU all

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s