Candle stick of my life

Suatu dari ketika sedang memperhatikan chart harga saham, tiba-tiba saya teringat tentang berbagai peristiwa dlm kehidupan saya. Peristiwa-peristiwa yg baik maupun yg buruk. Dan ketika melihat kembali chart tersebut saya tersenyum karena saya sudah belajar sesuatu 🙂

Pada sebuah chart, khususnya yg dipakai pada index, valas, saham, biasanya digunakan model candle stick. Chart model ini terdiri atas 2 jenis ‘batang lilin’ yaitu batang putih dan hitam. Batang yg putih menunjukkan kenaikan harga sedangkan yg hitam menunjukkan penurunan.

Melihat batangan-batangan candle stick tersebut, saya teringat setiap peristiwa dlm hidup saya. Ada peristiwa-peristiwa menyenangkan yg seperti candle putih tersebut. Ah, seandainya saja hanya ada candle yg putih, tentunya hidup akan indah! Itu pikir saya dulu. Namun realitanya, hampir selalu berdekatan dgn candle-candle putih itu ada candle-candle hitam. Kadang peristiwa-peristiwa menyenangkan (candle putih) terjadi berturut-turut kemudian disusul dengan peristiwa tak menyenangkan. Kadang pula peristiwa baik dan buruk itu terjadi bergantian. Yg pasti keduanya selalu ada dan seakan tak terpisahkan.

Dlm hidup kita tidak bisa memilih peristiwa apa yg akan datang, entah baik entah buruk, tak seorang pun tau. Sama seperti tak seorang pun dapat memprediksi 100% harga saham esok hari kita juga tak tau peristiwa apa yg akan terjadi besok. Bisa saja kejadian besok adalah akibat dari tindakan kita dahulu. Bisa juga kejadian besok adalah hal yg bersifat tiba-tiba seperti hujan atau badai. Yg pasti apapun itu, syukuri saja. Kenapa? Baca lebih lanjut kalo mau tau jawabannya 😀

Dalam pelajaran tentang membaca chart, akan ada istilah ‘timeframe’. Timeframe secara gampang bisa diartikan sebagai sudut pandang chart tersebut berdasar waktu tertentu. Contohnya timeframe 1 menit berarti setiap 1 candle mewakili 1 menit. Kalo timeframe 15 menit ya berarti 1 candlenya 15 menit. Dan kalau misal kita buka 2 buah chart dari produk yg sama dgn timeframe beda (misal timeframe 1 menit&15 menit tadi), maka pasti akan kita dapati bahwa timeframe 1 menit akan menggambarkan secara detail pergerakan harga yg oleh timeframe 15 menit hanya ditampilan dgn 1 candle. Jadi kalau misal pada candle pertama dlm timeframe 15 menit berwarna putih, maka 15 candle pertama dlm timeframe 1 menit yg merupakan penjelasan detail per menitnya belum tentu semuanya putih.

Waktu menyadari hal tersebut saya melihat kembali semua peristiwa ‘konyol’ yg pernah saya alami. Saya mencoba mengingat kembali apa yg saya rasakan dlm setiap peristiwa itu. Ada yg menyakitkan tapi ada juga yg menyenangkan. Namun seberapa pun menyakitkannya dulu buat saya sekarang kok tetap terlihat konyol ya 😀 Kenapa? Karena saya sadar kalau dulu peristiwa-peristiwa itu tidak pernah ada mungkin saya yg hari ini takkan pernah ada 🙂

Itulah alasan mengapa kita mesti bersyukur buat semua hal yg boleh terjadi. Kita memang menjalani kehidupan kita hari demi hari (atau kalau mau lebih ekstrim detik demi detik) tapi bagaimana pun kejadian saat ini, yg bahkan mungkin kita tak tahu kenapa mesti terjadi, adalah bagian dari diri kita di masa depan.

Iklan

Satu pemikiran pada “Candle stick of my life

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s