Leaderless

Tubuh manusia diciptakan begitu unik. Mulai dari ujung rambut hingga ujung jari kaki kita dipenuhi oleh berbagai organ yg sangat canggih & kompleks. Namun pernahkah kita terpikirkan bahwa kita dapat belajar mengenai kepemimpinan dari situ?

Mari kita coba sama-sama renungkan hal berikut:
Sebenarnya organ mana sih dari tubuh kita yg menjadi pemimpin/ketua dari seluruh tubuh kita? Jawabannya pasti macam-macam ni lengkap dgn alasannya: ada yg bilang otak karena otak yg mengendalikan semuanya, ada yg bilang jantung karena detak jantung yg menunjukkan kehidupan, ada lagi yg bilang paru-paru karena tanpa paru-paru tidak ada oksigen,dsb.

Yah memang sih jawaban&alasan itu semuanya masuk akal&tidak ada yg salah. Hanya saja setelah saya renungkan semalaman kok rasanya masih kurang tepat ya. Jawaban saya pada akhirnya adalah: TIDAK ADA bagian/organ tubuh yg menjadi pemimpin.

Mari kita telaah lagi satu per satu bagian/organ tubuh mulai dari yg paling ‘terlihat memimpin’:
– Otak
Otak mengendalikan hampir semua organ tubuh kita yg berada dalam kendali kesadaran. Otak juga mampu menyimpan berbagai data,bahkan lebih banyak dari harddisk komputer. Namun benarkah otak pemimpinnya? Apakah otak yg menggerakkan jantung,paru-paru,dan gerak refleks kita? Apakah otak yg mengendalikan pertumbuhan tubuh? Apakah otak yg menumbuhkan kuku&rambut? Mungkin saudara-saudara yg berprofesi dokter dapat menjelaskan dgn lebih detail, namun secara garis besar kita semua tau bahwa otak tidak mengendalikan semua itu.
– jantung
Detakan jantung menandakan kehidupan. Otak tidak dapat bekerja tanpa suplai darah/bantuan jantung. Bagian-bagian tubuh kita akan mati/tak berguna tanpa kinerja dari jantung. Jadi kalau bicara soal ‘dampak’ tentunya kinerja jantung sangat berdampak. Tapi apakah jantung yg memimpin seluruh tubuh? Saya yakin sekali kita sepakat bilang tidak 🙂
– paru-paru
Paru-paru mensuplai oksigen bagi seluruh tubuh,berhentinya kerja paru-paru tentu saja akan menghentikan kerja seluruh organ tubuh yg lain. Kalau kita bicara lagi tentang ‘dampak’ tentunya dampak yg diberikan oleh kinerja paru-paru sama besarnya dengan dampak dari kinerja jantung. Namun kalau sekali lagi ditanya, apakah paru-paru pemimpinnya? Kok rasanya bukan juga ya…
– organ tubuh lainnya
Selain 3 organ paling vital di atas yg seringkali dijadikan acuan utk menentukan kehidupan seseorang, masih banyak organ/bagian tubuh lainnya yang juga tak kalah pentingnya, seperti: hati, darah, otot, panca indra, dsb. Dan sekalipun tidak terlalu vital kita semuanya takkan pernah mau kehilangan salah satunya karena semuanya memiliki fungsi yg saling mendukung.

Dari sini saya belajar bahwa sebenarnya sehebat apapun kemampuan kita mengendalikan banyak hal&sebesar apapun dampak yg kita berikan, kita masih membutuhkan orang lain. Dan sekecil apapun sumbangsih/tidak dipandangnya kita (seperti keberadaan-maaf- anus di tubuh kita) tetap saja keberadaan kita diperhitungkan.

Dari sini juga saya belajar arti kepemimpinan yg ‘leaderless’. Kepemimpinan yg perannya tidak dikuasai hanya oleh 1 orang melainkan TIM. Masing-masing individu memiliki fungsi,peran&ciri yg berbeda namun saling membutuhkan. Tiap-tiap orang menjadi pemimpin utk dirinya&tim. Tidak ada arogansi ataupun kudeta karena masing-masing menyadari ada keterbatasan kemampuan&kesadaran utk melakukan tujuan bersama. Tapi juga tidak ada yg pasif karena sadar dirinya dibutuhkan,kegagalannya adalah kegagalan tim.

Dalam keluarga, seorang ayah adalah kepala. Namun kepala ini tidak bisa berdiri sendiri, dibutuhkan peran serta istri&anak utk memastikan keluarga ini berfungsi dgn baik di tengah masyarakat.

Dalam sebuah negara, bukan hanya para pejabat yg bertanggungjawab total atas kemakmuran negara itu. Dibutuhkan peran serta dari berbagai golongan rakyat. Seorang pejabat mungkin tidak dapat menyediakan padi/jagung utk bahan pangan, namun di sinilah peran petani. Tentunya sang pejabat pun harus memainkan perannya untuk menolong sang petani. Dan kalau ini terjadi dgn baik, bisa dibayangkan betapa makmurnya negara itu.

Bagaimana kalau perannya sama? Misal sama-sama pedagang; bukankah akan terjadi persaingan? Tenang saja,paru-paru kita juga tidak hanya 1 kok melainkan sepasang. Dan belum pernah tuh ada kasus paru-parunya bersaing kanan&kiri. Jari tangan kita juga jumlahnya lebih dari 1 kan, tapi juga tidak pernah rebutan. ^^

Jadi pada prakteknya kalau kita bisa melakukan hal simple berikut semua hal-hal di atas mungkin dilakukan kok, yaitu: dengan RENDAH HATI yg seorang menganggap yg lain LEBIH UTAMA daripada dirinya sendiri.

Iklan

2 pemikiran pada “Leaderless

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s